Menu baru di McD!!! Bagi penyuka McD, kepo banget dengan menu baru McD kali ini. Menu baru ini sudah dapat dinikmati di gerai McD mana saja sejak 4 Juni 2018. Dirimu harus sempat mencobanya, ya!
Awal Bulan Mei 2018 lalu, perusahaan makanan cepat saji asal Amerika yang ada di Indonesia, McDonald's Indonesia (McD), mengeluarkan varian es krim cone terbaru.
Es krim cone orisinal dari McD adalah es krim vanila dengan wafer cone berwarna cokelat yang renyah . Lalu, McD Indonesia sudah lama bereksperimen dengan varian es krim cone miliknya. Sebut saja:
- Choco top, es krim cone vanila dibalut krim cokelat.
- Matcha top, es krim cone vanila dibalut frosting green tea, ketika matcha atau teh hijau sedang naik daun di Indonesia.
- Sea Salt Caramel, es krim cone vanila dicelupkan ke cokelat biru yang memiliki rasa manis dan agak sedikit asin, dalam rangka menyambut boomingnya film Smurf.
- Banana Top, es krim cone vanila dibalut frosting banana, dalam rangka menyambut film Minion.
dan masih banyak lagi.
Kali ini, giliran Vanilla Black Waffle Cone yang naik daun dan menjadi sorotan para foodie (orang yang gemar mencicipi makanan)
Yuk simak mengenai varian terbaru dari es krim ini.
![]() |
| sumber: dokumen pribadi |
Bukan mahasiswa jurusan pariwisata kalau penelitian tidak sambil jalan-jalan dan berwisata.
Pagi tadi, aku dan keempat temanku berkesempatan mengunjungi Objek Wisata Alam Kalibiru dengan tujuan awal mengambil data sebagai langkah awal penelitian untuk tugas kami. Bak mendayung sampan dua tiga pulau terlampaui, observasi kami ini juga sebagai waktu berwisata kami.
Bunderan UGM menjadi titik kumpul kami pukul 07.00. Pukul 07.00 adalah rencana kami. Namun, rencana tinggalah rencana ketika satu dari teman kami sulit dihubungi dan terlambat berkumpul. Jadilah kami berangkat dari titik kumpul kami pukul 08.00. Perjalanan dengan rute lewat Jalan Wates menuju Kulon Progo memakan waktu satu jam karena lalu lintas tidak terlalu ramai.
Ini memang pertama kalinya aku mengunjungi Kalibiru dan tiga dari empat temanku juga mengakuinya. Sebelum berangkat kami sudah diwanti-wanti salah satu teman kami yang sudah pernah ke sana karena jalan menuju ke Kalibiru selain tanjakan-turunan tetapi juga masih bergeronjal. Benar saja, di tengah perjalanan kami menemui beberapa jalan yang masih belum aspal ataupun aspal rusak sehingga bergeronjal. Namun lebih menariknya, ada jalan setapak dengan kiri-kanan pohon-pohon seperti hutan yang kami lewati. Tentu saja, jalannya belum diaspal ditambah lagi sempit dan tanjakan-turunan. Memang menyeramkan, mereka menyalahkanku karena aku yang membawa motor di paling depan. Namun kataku, "Jangan salahkan aku, aku hanya mengikuti google maps." Hahaha tetapi tenang kami sampai di Kalibiru dengan selamat kok, dengan bantuan google maps.
Sesampainya di sana, kami masih harus berjalan menanjak sejauh 200m dari tempat parkir. Wuih, olahraga pagi-pagi. Sudah sampai di objek wisata, kami disuguhi pemandangan perbukitan menoreh dan waduk sermo yang sangat indah. Benar-benar memanjakan mata apalagi untuk kami mahasiswa semester 6 yang sedang dipennuhi beban kuliah dan kkn.
![]() |
| Pemandangan dilihat dari Objek Wisata Alam Kalibiru |
Sebelumnya, kami memang sudah mengetahui jika Objek Wisata Alam Kalibiru terkenal akan spot-spot foto dengan background lanskap pemandangan alam. Jadi ketika kami sampai di sana salah satu temanku menyeletuk, "Aku mau foto-foto di salah satu spot foto ah, sudah jauh-jauh ke sini." Namun, tujuan awal kami adalah observasi untuk tugas. That's! Untungnya, kami bertemu dengan salah satu pengelola yang ramah dan sangat informatif sambil bercerita. Sehingga observasi awal kami cepat selesai.
Akhirnya, kami memutuskan untuk rehat sambil berfoto-foto hehehe. Di Objek Wisata Alam Kalibiru setidaknya ada 6 spot foto dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada bentuk panggung, oval, bunga, hati, dan bundar. Selain itu, Objek Wisata Alam Kalibiru juga memiliki atraksi outbound berupa high rope.
![]() |
| Papan Informasi mengenai spot-spot foto di Objek Wisata Alam Kalibiru |
Satu lagi hal yang menarik perhatianku adalah pengelola yang memerhatikan kebutuhan wisatawan. Dulu di tahun 2015 saat objek wisata ini sedang naik daun, antrean panjang terjadi hanya demi berfoto. Lalu, pengelola membuat fasilitas berupa kanopi dan tempat duduk untuk wisatawan yang sedang menunggu giliran foto. Selain itu, bangku-bangku juga disediakan di beberapa lokasi di objek wisata. Wisatawan yang kelelahan dapat istirahat di bangku-bangku yang disediakan. Well done, bapak ibu pengelola!
![]() |
| Kanopi dan tempat duduk di salah satu spot foto yang disediakan pengelola untuk wisatawan yang antre. |
Kami akhirnya memilih spot oval karena dirasa paling besar dan mampu jadi spot foto untuk kami berlima. Namun, kemauan untuk foto full team pupus sudah karena salah satu penjaga spot berkata bahwa tidak bisa minta difotokan penjaga. Yaaah, akhirnya kami bergantian untuk berfoto.
![]() |
| Bergaya bak seorang model, katanya. |
![]() |
| Tenang, spot foto aman digunakan untuk pose foto loncat seperti ini. |
![]() |
| Hehehe the girls! |
---
Ke mana lagi langkah kakiku membawaku pergi? Yuk ikuti!
Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten
Situbondo, Jawa Timur.
Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran
sebesar Rp15.000,00.
Taman Nasional Baluran merupakan salah satu
dari lima taman nasional yang tertua di Indonesia. Taman nasional ini
dianggap unik karena merupakan satu-satunya padang sabana yang ada
di Pulau Jawa. Ketika mengunjungi taman nasional ini, pasti
otak akan langsung membayangkan padang sabana yang ada
di Afrika, apalagi ketika musim kemarau. Di saat musim
kemarau, warna daun dan rumput di Taman Nasional
Baluran akan berubah warna dari hijau menjadi kuning kecokelatan.
Persis seperti padang sabana yang ada di Afrika. Oleh karena
itu, kerap sekali Taman Nasional Baluran dijuluki Africa van Java.
![]() |
| Warna musim gugur di Taman Nasional Baluran |
Memasuki komplek Kraton Kasunanan Surakarta langsung disambut gerbang besar berwarna biru. Memasuki gerbang, bangunan berwarna biru langsung muncul. Biru! Semua yang ada di sini berwarna biru!
Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih dapat dikatakan berkerabat dengan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Namun, bangunan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki karakteristik yang berbeda dengan bangunan Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki warna dominan biru. Berbeda dengan warna dominan dari Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berwarna hijau.
Nuansa warna biru dan putih terlihat di hampir seluruh bangunan Kraton. Semua dinding bangunan Keraton ini berwarna putih dan berwarna biru langit di bagian atap, pintu, jendela hingga tiang peyangga bangunannya.
Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih dapat dikatakan berkerabat dengan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Namun, bangunan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki karakteristik yang berbeda dengan bangunan Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki warna dominan biru. Berbeda dengan warna dominan dari Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berwarna hijau.
Nuansa warna biru dan putih terlihat di hampir seluruh bangunan Kraton. Semua dinding bangunan Keraton ini berwarna putih dan berwarna biru langit di bagian atap, pintu, jendela hingga tiang peyangga bangunannya.
| Halaman depan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tampak Kori Kamandungan, pintu gerbang berwarna biru |
21 September 2017, tanggal di mana orang-orang berebut 'berkah' dari gunungan itu di Pantai Goa Cemara, Bantul.
Dieng, Wonosobo. Indonesia, 5 - 7 Agustus 2017
Mungkin yang kamu butuhkan hanya rehat sejenak dari kesibukanmu. Bawa dirimu ke tempat yang jauh, berliburlah, atau sekedar jalan-jalan. Bawa dirimu bersama temanmu, keluargamu, atau bahkan hanya sendirian. Tidak masalah.
Seperti yang aku lakukan kala itu. Hasilnya? Kembali ke rutinitas dengan lebih fresh!
Mungkin yang kamu butuhkan hanya rehat sejenak dari kesibukanmu. Bawa dirimu ke tempat yang jauh, berliburlah, atau sekedar jalan-jalan. Bawa dirimu bersama temanmu, keluargamu, atau bahkan hanya sendirian. Tidak masalah.
Seperti yang aku lakukan kala itu. Hasilnya? Kembali ke rutinitas dengan lebih fresh!
---
Ke mana lagi langkah kakiku membawaku pergi? Yuk ikuti!
Translate
Jejak Langkahku Sedang Terlihat di ...
Elisabeth Klara
Pejalan
Pada dasarnya makhluk hidup itu bergerak bukan? Ya, seperti makhluk hidup lain, aku pun begitu. Ke mana kah kakiku melangkah kali ini?
Pilih Cerita
Jejak
Paling Banyak Dibaca
-
Sewaktu aku trip ke Singapura di tahun 2019 lalu, aku memanfaatkan banget fitur visa paywave yang ada di kartu debit Jeniusku untuk naik MR...
-
Dulu aku bertanya-tanya, apa yang ada di dalam gedung ini, bagaimana sistem kerja orang-orang di sini , bagaimana rasanya bekerja di sini...
-
Memasuki komplek Kraton Kasunanan Surakarta langsung disambut gerbang besar berwarna biru. Memasuki gerbang, bangunan berwarna biru langsun...











